my-made guilty pleasure-friend
So grateful to my-made guilty pleasure-friend who always be there for me accidentally every time I need someone gave me another view of realities ![]()
Hmmmm… harus bilang apa lagi ya? Topiknya jadi berubah nih, dari “I feel pain. I feel hurt, I knew it” ke hal yang lebih positif dan menyenangkan. Walaupun sudah bertahun-tahun (tepatnya kenal sejak SMP dan mulai dekat sejak SMA), kejadiannya hampir selalu sama. Walaupun terpisah oleh jarak-pulau-sekarang dan status tapi kehadiran sebagai seorang penasihat-sahabat-pengembira (sekaligus menyebalkan) ndak pernah berubah. Baru sadar kemarin lho… Setelah banyak hal yang terjadi aku ndak yakin apa bisa memperlakukan dan memiliki hubungan ‘normal’ (seperti katanya) dengan orang lain lagi. Mungkin dia the only one ya??? Yang bisa mendukung ‘keunikan’ ini, he..he..
Malah, lebih sulit mengkondisikan situasi yang sama dengan orang yang memiliki posisi hampir sama. Huf…yang ini rasanya lebih sulit (walau kayaknya sama sih) karena aku sudah berjanji pada diri sendiri berusaha sekuat hati ndak akan mengalami atau terjebak dalam situasi yang sama. Bodoh kan terperosok ke lubang yang sama berulang kali? Semoga ini cepat berlalu supaya yang berantakan bisa aku rapikan kembali ke tempatnya masing-masing. God please help me……
Uncategorized |Leave a Reply