Baru
Hmm… bingung juga harus mulai dari mana……
Di kantor baru masih baik-baik saja. Semuanya masih pada nurut, keliatan masih pada bekerja dengan baik. Ga terasa aku sudah mulai mengenal sedikit demi sedikit karakter dan cara bekerja staff butler dan HK. Villa juga mulai sedikit demi sedikit aku hafal. Bosku ngasi tau kalo aku juga harus bisa handle inspection di Spa, that’s why I should know about product knowledge. The rooms, the history, the signature treatment..ya seperti itu lah. Hari minggu-minggu depan bakal ada inspection dan lunch bareng travel agent, which means aku harus sudah hafal benefit-benefit tiap villa, spa, tanaya’s and bamboo. D*mn…. banyak PR neh. Sejauh ini masih OK2 aja kerja mulai jam 12 siang and baru nyampe rumah sekitar jam 9 malam. Bersyukur jadi agak sibuk, tapi takut juga ama kuliahku ini, bisa ga ga ya kelar tahun ini?????? Masih belum sadar sepenuhnya tanggung jawab apa yang akan aku emban, walaupun sering disebutkan dalam meeting bahwa aku langsung di bawah OM dan sementara beliau akan maternity leave, aku yang akan gantiin. Yah mungkin bukan villa yang sangat besar tapi at least itu jadi PR buat aku selama 4 bulan kedepan untuk nunjukkin potensiku (halah..halah..bahasanya itu lho) he..he..he.. Who knows after she’s back, perhaps there will be a promotions to be assistant OM? :-p Bener-bener semuanya baru, tempat baru, posisi baru dan tanggung jawab baru.
Betapa luar biasa potensi seseorang telihat ketika mereka diberikan tanggung jawab pada pekerjaan yang sebenarnya mereka sukai. Itu jelas-jelas terlihat pada OMku. She’s so young and so wise leads the villa. Banyak contoh juga diceritain beliau, bagaimana pertama kali beliau datang, bukan pekerjaan yang mudah ternyata. Seperti yang aku duga, bukan tidak mungkin kalau keberadaan villa milik bukan orang lokal menjadi masalah bagi orang-orang lokal setempat. Yah, masalah umum terjadi tapi beruntung segala sesuatu bisa diselesaikan.
Huf…… lagi-lagi aku menyebutkan bahwa benci rasanya hidup dengan ketidakpastian. Tau koq kalau hal yang pasti dalam hidup ini adalah ketidakpastian, tau juga kalau harus pasrah tapi tetap berusaha. Pengen banget sendirian saat ini, tapi itu bukan solusi. Bisa jadi keputusan itu menjadi penyesalan di kemudian hari dan itu yang aku ga mau terjadi. Kalau berlian sudah didapatkan di tangan tapi masih maruk aja nyari emas? Hehehe… bener ya gt? :-p Tauk deh, koq rasanya hidupku belum sampai pada titik aman, walaupun pelan-pelan sedang aku usahakan sekarang. Sementara baru dua target tahun ini: ngga pindah tempat kerja selama 1-2 tahun dan lulus kuliah. Love? Hmm… masih banyak hal ga pasti terlihat di depan mata, aku belum tahu musti bagaimana menghadapinya. Sementara masih aku biarkan berjalan apa adanya. Target pertama hampir selesai tercapai, masih dalam proses, tapi aku sudah berkomitmen tetap stay untuk beberapa lama. Target kedua, masih belum ada action yang signifikan terlihat. Mustinya sudah mulai ngajukan judul, tapi masih belum pasti. Rasanya musti bertapa or intensif nyari-nyari ide di internet or di perpus pascasarjana. Walaupun sudah aku tentukan apa yang aku inginkan tahun ini, tapi tetep ada aja godaan yang buat fokusku berubah. Pelan-pelan aku bakal kembali ke posisi semula, karena aku mikir bahwa kenyataan yang terlihat di depan harus aku jadikan dasar untuk mengambil keputusan sikap apa yang harus aku perlihatkan. Aku cuma ngga mau merasa tersakiti tanpa sengaja, walaupun bisa dibilang aku sadar betul apa yang akan terjadi nantinya. My fault…. Takut kalau yang sedang aku hadapi akan berakhir sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Entah apa pikiran negatif ini perlu di jauhkan dari otakku, yang mungkin bisa berpengaruh terhadap sikap, atau memang akan berakhir seperti yang sudah-sudah????? Ga tau deh, ga tau… cuma itu aja yang bisa aku katakan sekarang. Menyebalkan ga bisa ngapa-ngapain, terjebak dengan situasi. Don’t know is this the wrong time? When is the right time? Atau ini cuma luapan perasaan aja? Takut kalau aku yang akan lebih banyak merasa tersakiti, melihat tipe-tipe yang sama berperan. Kenapa ini baru terjadi ya? Mungkin sudah waktunya atau suatu kesalahan yang baru?
Uncategorized | Comment (0)Felling Empty
Sejak kemarin, perasaan kerasa ngambang, ga karuan. Cukup sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata walaupun dalam hati tahu apa yang sebenarnya terjadi. Cukup lama ngga merasakan rasa ini. Huh…benci rasanya, ga bisa berbuat apapun karena situasi yang tidak mengijinkan (dan mungkin belum saatnya bertindak). Apa barangkali salah segala peristiwa beberapa hari yang lalu? Ga tau deh…. ada perasaan takut kalau hal ini salah dan aku akan menyesal karena gegabah berpikir, berbicara dan bertindak, tapi….ada sisi lain yang ga aku bisa jelaskan, berusaha menolak keraguan dan berusaha semuanya akan baik-baik saja. Entah berusaha supaya hal-hal yang ada di pikiran terjadi suatu saat, berulang kali memikirkan situasi yang ada di depan dan yang sedang dijalani.
Menyesal? I don’t think so…
Maybe this is not the right time, I guess..
Uncategorized | Comment (1)Kamis, 14 Jan’09
Huff… bosen banget, hari ini bener-bener ga ada kerjaan selain buat morning briefing minutes.
Untung siang medelokan ke rumah Wulan ama Ayu sekalian makan siang, tapi tetep aja, pulang dari situ bengong-bengong di kantor. Singgah di kantor HRD nemenin Cok Henny ngobrol sambil filing, ga lama Pak Alit dateng, ada temen cerita-cerita deh!
he..he..he.. Pak Craig dateng ga lama setelah meeting ama agent tapi ga kasi kerjaan
Bingung mo inisiatif apa lagi, habis… emang lagi ’sekarat’ si di hotel. Tinggal 15 menit lagi sudah jam 5 sore, berarti sebentar lagi pulang kantor!!
The Egoism of Best Friend (part II)
Quick review: please read above or previous post.
Sehari setelah post pertama di publish, ketemu buat terakhir kali sebelum dia balik ke Jakarta lagi. Makan sore alias supper di resto fast food depan rumah biar ga jauh karna dia mo pulang kampung habis itu.
Ngobrol-ngobrol santai, udah lama juga ga jalan or makan berdua, udah sibuk ama kesibukan masing-masing dan lagian kalo ada kesempatan ketemu pasti ngajak orang lain juga. Akhirnya dengan gaya bercanda n malu-malu (hehehe) keluar juga pertanyaan itu
dan ga disangka jawabannya diluar dugaan! Hahahaha.. kalo inget itu, jadi pengen antara ketawa or senyum-senyum sendiri
Mulai dari pengakuan pertama sampai dilanjutkan pengakuan-pengakuan berikutnya, yang beberapa bahkan aku udah lupa karna saking lamanya (dan ngga ngeh kalo itu ‘mean something’), ternyata jadi sabtu sore dengan banyak kejutan!!! Ya, ga bisa di detail disini, tapi yang pasti ternyata ‘perasaan aneh’ yang aku rasain, sudah dia rasakan lebih dulu jauuuuuhhh….dan dia menikmati ‘perasaan aneh’ itu (Hm??? dasar aneh…). Memang bukan aku satu-satunya sahabat yang dia punya, dengan kenikmatan menge-tes perasaan ketika hari ‘besar’ tiba lalu menyadari sebatas apa ‘perasaan aneh’ itu, buat aku itu lebih aneh lagi (heran aku deh, napa ga coba diilangin or diterusin sekalian?? emang ga capek hati?). Susah ngebayangin bagaimana ngebagi perasaan, bisa-bisa lebih banyak ga enaknya donk. Lucunya pas aku ditanya seberapa banyak cerita tentang cowoq yang pernah aku ceritain dengan seberapa banyak cerita tentang ceweq yang pernah dia ceritain, bikin aku sedikit terkejut, owh….masa sih???? Selama itu? Koq aku ga pernah tahu ya? (emang dasar cowoq capricorn, paling ahli nyembunyiin perasaan). Hehehehe… maap ya, aku ga tau sih ;-p
Selama satu setengah jam membahas hal itu sambil bernostalgia masa kuliah, bikin perasaan jadi agak tenang, ternyata bukan cuma aku yang ngerasain. Mungkin hal itu wajar dan alami terjadi antara dua orang berbeda jenis kelamin yang berteman lamaaaa dan deket banget. Perasaan egois dan posesif, mengetahui bahwa jatah perhatian yang biasanya diberikan sepenuhnya buat sahabat saat sedang tidak punya pacar menjadi terbagi, hanya itu. Kalau biasanya pas lagi ga ada kerjaan selalu nelfon or ngajak jalan or nyuruh ke rumah, jadi berkurang intensitasnya karena perubahan status dari ’single’ ke ‘in a relationship’.
Ga ada yang berubah setelah ‘pengakuan yang penuh kejutan’ itu, ga ada yang perlu ditakutkan kan ![]()
The End.
The Egoism of Best Friend
Pernahkah kamu punya teman/sahabat dekat lawan jenis yang udah deket banget-top abis jadi seorang sahabat yang sejak pertama kenal ngga pernah punya pacar untuk waktu yang cukup lama, lalu punya pacar, kemudian tidak biasa melihatnya bermesraaan dengan orang lain dan merasa punya perasaan yang aneh, yang bisa disebut ‘cemburu’ ?
That’s what happen to me. Honestly, a huge doubt to write it down here because all people in the world able to read it (and some people might misunderstanding). But I think, I must be honest this time, if not, this feeling will be buried with many secrets in my life that I kept for myself only ;-p
Not a really-really new thing, actually. Mostly I felt the same feeling when my close boy friends had a girlfriend (It happened since SMP). I called it “The Egoism of a Best Friend”. I think that’s the perfect words to describe that feeling and my best friend, De’in, also agree with me, because I feel not wanting the relationship ‘more’ than ‘friend’, I cannot see in the future that we both together in a different kind of relationship (hahaha), even IF someday finally I like or love him, I’d rather choose to be his friend forever! Don’t wanna lose him as my very best friend ever!
To be honest, I never see him with other girl(s). Well, when college he was only dating but never succeed (hehehe, poor you), the rest, he will always there when I need him, when I need someone to hear all my grievance about all things in my life, when I need a shoulder to cry on when I broke up with my X-BF, always tells me when he disagree with my thought, and always be a good listener! He is the only friend that I thought I will only found in dreams! Funny, because I was expecting it was a girl ;-p Then suddenly, when we are separate by time and place, he got his dream girl and I just realize when I met them, I was not ready with all the surprise! Well, actually it can be not categorized as ’surprise’, coz it was common things happen when people in love… It’s my fault who is not ready. That moment made me think, I’m so stupid. How could I have that jealous feeling?? Weird… and I hate it. Not only on that time. One time, it was on the phone, when he told me he had a new girl, it was drowning my smile and all the nerves in my face! And again.. that was the third time I felt sooo stupid
But, since he was trying to get to know his girl, till the consultancy about how to make her like him, the tricks, and the happiness was shared, and I felt fine! Hmppfff……………….Why that feeling coming again.
But now, I’m going to tell him… because I think he need to know it (and I need to know how’s he feel about it) and I think there’s nothing wrong by telling him the truth, it won’t change what happen now. Huff, had tried to ask, but had not enough courage to start it. What do you think?
Uncategorized | Comment (0)